A.
Ilmu
Pengetahuan
Ø Menurut KBBI
Ilmu
pengetahuan adalah suatu bidang yg disusun secara bersistem menurut metode
tertentu, yg dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang
(pengetahuan) itu: dia memperoleh gelar doctor 1 pendidikan; 2 pengetahuan atau
3 kepandaian (soal duniawi, akhirat, lahir, batin, dsb).
Ø Menurut Para Ahli
·
M. IZUDDIN TAUFIQ
Ilmu
adalah penelusuran data atau informasi melalui pengamatan, pengkajian dan
eksperimen, dengan tujuan menetapkan hakikat, landasan dasar ataupun asal
usulnya.
·
THOMAS KUHN
Ilmu
adalah himpunan aktivitas yang menghasilkan banyak penemuan, baik dalam bentuk
penolakan maupun pengembangannya.
·
Dr. MAURICE BUCAILLE
Ilmu
adalah kunci untuk mengungkapkan segala hal, baik dalam jangka waktu yang lama
maupun sebentar.
·
NS. ASMADI
Ilmu
merupakan sekumpulan pengetahuan yang padat dan proses mengetahui melalui
penyelidikan yang sistematis dan terkendali (metode ilmiah).
·
POESPOPRODJO
Ilmu
adalah proses perbaikan diri secara bersinambungan yang meliputi perkembangan
teori dan uji empiris.
·
MINTO RAHAYU
Ilmu
adalah pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dan berlaku umum,
sedangkan pengetahuan adalah pengalaman yang bersifat pribadi/ kelompok dan
belum disusun secara sistematis karena belum dicoba dan diuji.
·
POPPER
Ilmu
adalah tetap dalam keseluruhan dan hanya mungkin direorganisasi.
·
DR. H. M. GADE
Ilmu
adalah falsafah. yaitu hasil pemikiran tentang batas-batas kemungkinan
pengetahuan manusia.
·
FRANCIS BACON
Ilmu
adalah satu-satunya pengetahuan yang valid dan hanya fakta-fakta yang dapat
menjadi objek pengetahuan.
·
CHARLES SINGER
Ilmu
adalah suatu proses yang membuat pengetahuan (science is the process which
makes knowledge).
Jadi,
Ilmu Pengetahuan adalah seluruh
usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia
dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar
dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan
membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari
keterbatasannya.
Ilmu
bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan
berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji
dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Contoh dari
ilmu pengetahuan itu sendiri adalah ilmu-ilmu yang selama ini sering kita
pelajari, seperti ilmu alam, ilmu sosial, ilmu hitung-menghitung dsb. Banyak
sekali ilmu pengetahuan yang kita telah pelajari walaupun tidak dipelajari
secara teoritis. Namun apapun yang bermanfaat yang kita dapatkan hari itu,
itulah sebuah ilmu pengetahuan.
Ø Untuk
mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan obyektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah, yang
meliputi empat hal yaitu :
1. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih
sehingga menacapi pengetahuan ilmiah yang obeyktif.
2. Selektif, artinya mengadakan pemilihan
terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala, dan
mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada.
3. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan
yang tak dapat diubah maupun terhadap indera dam budi yang digunakan untuk
mencapai ilmu.
4. Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu
telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.
B.
Teknologi
Menurut
Para Ahli
·
Menurut Djoyohadikusumo (1994, 222)
berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering).
·
Sardar (1987, 161) Pengertian teknologi
adalah sarana yang pada akhirnya mencetak suatu peradaban, dia merupakan
ungkapan fisik dari pandangan dunianya.
·
Menurut Capra (2004, 106) seperti makna
‘sains’, telah mengalami perubahan sepanjang sejarah.
·
Tidak ketinggalan seorang Ahli sosiologi
yang bernama Manuel Castells seperti dikutip Capra (2004, 107) mendefinisikan
atau memberi pengertian teknologi sebagai ‘kumpulan alat, aturan dan prosedur
yang merupakan penerapan pengetahuan ilmiah terhadap suatu pekerjaan tertentu
dalam cara yang memungkinkan pengulangan.
·
Pengertian Teknologi menurut situs
Wikipedia sebagai sebuah situs yang banyak dijadikan referensi orang, maka
tidak salah jika saya menganggap Wikipedia adalah bagian dari para Ahli ,
berikut informasi Pengertian Teknologi menurut Wikipedia adalah keseluruhan
sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan
kenyamanan hidup manusia.
Teknologi
adalah pemanfaatan ilmu untuk memecahkan suatu masalah dengan cara mengerahkan
semua alat yang sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan dan skala nilai yang ada.
Teknologi bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah praktis serta untuk
mengatasi semua kesulitan yang mungkin dihadapi.
Selain
menimbulkan dampak positif bagi kehidupan manusia, terutama mempermudah
pelaksanaan kegiatan dalam hidup, teknologi juga memiliki berbagai dampak negatif
jika tidak dimanfaatkan secara baik. Contoh masalah akibat perkembangan
teknologi adalah kesempatan kerja yang semakin kurang sementara angkatan kerja
makin bertambah, masalah penyediaan bahan-bahan dasar sebagai sumber energi
yang berlebihan dikhawatirkan akan merugikan generasi yang akan datang.
Ø Ciri-ciri Teknologi Barat :
Berikut
ini adalah Ciri - Ciri Teknologi Barat :
·
Serba intensif dalam segala hal, seperti
modal, organisasi, tenaga kerja, dll.
·
Dalam struktur sosial, teknologi barat
bersifat melestarikan sifat ketergantungan.
·
Kosmologi atau pandangan teknologi barat
menganggap dirinya sebagai pusat feriferi,
waktu berkaitan dengan kemajuan secara linier.
Teknologi
dewasa ini sudah semakin pesat. Masalah teknologi ini bila dikaitkan dengan
teknologi antara negara Barat dan negara Timur, kita pasti mengakui bahwa
negara Barat lah yang paling menguasai teknologi tersebut. Buktinya, banyak
teknologi buatan negara Barat yang berhasil mendongkrak pasar dunia dalam
masalah teknologi. Seperti contoh Handphone yang sering kita gunakan tanpa kita
sadari kebanyakan adalah buatan negara Barat. Persepsi orang langsung
menyatakan bahwa teknologi Barat itu lebih maju dan modern dibandingkan dengan
teknologi negara Timur. Karena sudah banyaknya teknologi modern yang ada di
sekitar kita yang dibuat oleh negara Barat, jadi kita mulai terlena dengan
teknologi tersebut.
C. Ilmu
Pengetahuan Teknologi Dan Nilai
Ilmu
pengetahuan dan teknologi sering dikaitkan dengan nilai atau moral. Hal ini
besar perhatiannya tatkala dirasakan dampaknya melalui kebijaksanaan
pembangunan, yang pada hakikatnya adalah penerapan ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Ilmu
dapatlah dipandang sebagai produk, sebagai proses, dan sebagai paradigma etika
(Jujun S. Suriasumantri, 1984). Ilmu dipandang sebagai proses karena ilmu
merupakan hasil dari kegiatan sosial, yang berusaha memahami alam, manusia dan
perilakunya baik secara individu atau kelompok. Apa yang dihasilkan ilmu
pengetahuan seperti sekarang ini, merupakan hasil penalaran (rasio) secara
objektif. Ilmu sebagai produk artinya ilmu diperoleh dari hasil metode
keilmuwan yang diakui secara umum dan
universal sifatnya. Oleh karena itu ilmu dapat diuji kebenarannya, sehingga
tidak mustahil suatu teori yang sudah mapan suatu saat dapat ditumbangkan oleh
teori lain. Ilmu sebagai ilmu, karena ilmu selain universal, komunal, juga alat
meyakinkan sekaligus dapat skeptis, tidak begitu saja mudah menerima kebenaran.
Istilah
ilmu diatas, berbeda dengan istilah pengetahuan. Ilmu adalah diperoleh melalui
kegiatan metode ilmiah (epistemologi) yang merupakan pembahasan bagaimana
mendapatkan pengetahuan. Epistemologi ilmu terjamin dalam kegiatan metode
ilmiah (èkegiatan meyusun tubuh pengetahuan yang bersifat logis, penjabaran
hipotesis dengan deduksi dan verifikasi atau menguji kebenarannya secara
faktual; sehingga kegiatannya disingkat menjadi logis-hipotesis-verifikasi atau
deduksi-hipotesis-verifikasi).
Sedangkan
pengetahuan adalah pikiran atau pemahaman diluar atau tanpa kegiatan metode
ilmiah, sifatnya dapat dogmatis, banyak spekulasi dan tidak berpijak pada
kenyataan empiris. Sumber pengetahuan dapat berupa hasil pengalaman berdasarkan
akal sehat (common sense) yang disertasi mencoba-coba, intuisi (pengetahuan
yang diperoleh tanpa pembalaran) dan wahyu (merupakan pengetahuan yang
diberikan Tuhan kepada para Nabi atau UtusanNya).
Ilmu
pengetahuan pada dasarnya memiliki 3
(tiga) komponen penyangga tubuh pengetahuan yang disusunnya dimana
ketiganya erat kaitannya dengan nilai moral yaitu:
1.
Ontologis (Objek Formal Pengetahuan)
Ontologis
dapat diartikan hakikat apa yang dikaji oleh pengetahuan, sehingga jelas ruang
lingkup wujud yang menjadi objek penelaahannya.
2.
Epistemologis
Epistemologis
seperti diuraikan diatas hanyalah merupakan cara bagaimana materi pengetahuan
diperoleh dan disusun menjadi tubuh pengetahuan.
3.
Aksiologis
Aksiologis
adalah asas menggunakan ilmu pengetahuan atau fungsi dari ilmu pengetahuan.
Kaitan
ilmu dan teknologi dengan nilai moral, berasal dari ekses penerapan ilmu dan
teknologi sendiri. Dalam hal ini sikap ilmuwan dibagi menjadi dua golongan:
1. Golongan yang menyatakan ilmu dan teknologi
adalah bersifat netral terhadap nilai-nilai baik secara ontologis maupun
aksiologis, soal penggunaannya terserah kepada si ilmuwan itu sendiri, apakah
digunakan untuk tujuan baik atau buruk. Golongan ini berasumsi bahwa kebenaran
itu dijunjung tinggi sebagai nilai, sehingga nilai-nilai kemanusiaan lainnya
dikorbankan demi teknologi.
2. Golongan yang menyatakan bahwa ilmu dan teknologi
itu bersifat netral hanya dalam batas-batas metafisik keilmuwan, sedangkan
dalam penggunaan dan penelitiannya harus berlandaskan pada asas-asa moral atau
nilai-nilai. Golongan ini berasumsi bahwa ilmuwan telah mengetahui ekses-ekses
yang terjadi apabila ilmu dan teknologi disalahgunakan.
Nampaknya
ilmuwan golongan kedua yang patut kita masyarakatkan sikapnya sehingga ilmuwan
terbebas dari kecenderungan “pelacuran” dibidang ilmu dan teknologi dengan
mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan.
D. Kemiskinan
Kemiskinan
adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar
seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.
Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar,
ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan
masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan
komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif,
dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.
Kemiskinan
dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
Gambaran
kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari,
sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami
sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
Gambaran
tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan
ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk
pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari
kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan
tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
Gambaran
tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna “memadai” di
sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh
dunia.
Ø Ciri Kemiskinan
:
Apabila
kita amati, mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki ciri-ciri
sebagai berikut :
·
Mereka umumnya tidak mempunyai factor
produksi sendiri seperti tanah yang cukup, modal dan keterampilan.
·
Mereka tidak memiliki kemungkinan untuk
memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri. Pendapatan tidak cukup untuk
memperoleh tanah garapan atau modal usaha.
·
Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak
sampai tamat SD atau SLTP. Waktu mereka tersita habis untuk mencari nafkah
sehingga tidak ada waktu untuk belajar.
·
Kebanyakan mereka tinggal di pedesaan.
·
Kebanyakan dari mereka yang hidup di
kota, masih berusia muda dan tidak mempunyai keterampilan yang mumpuni dan
pendidikan yang layak untuk bersaing di kota. Sehingga banyak dari mereka
bekerja sebagai buruh kasar, pedagang musiman, tukang becak, pembantu rumah
tangga. Beberapa dari mereka bahkan jadi pengangguran atau gelandangan.
Ø Fungsi
Kemiskinan :
Pertama
: menyediakan tenaga kerja untuk pekerjaan kotor, tidak terhormat, berat,
berbahaya, tetapi di bayar murah.
Kedua
: kemiskinan adalah menambah atau memperpanjang nilai guna barang atau jasa.
Baju bekas yang sudah tidak terpakai dapat di jual ( atau dengan bangga di
katakan ” di infakan ”)kepada orang-orang miskin.
Ketiga
: kemiskinan adalah mensubsidi berbagai kegiatan ekonomi yang menguntungkan
orang-orang kaya. Pegawai-pegawai kecil, karena di bayar murah, petani tidak
boleh menaikan harga beras mereka untuk mensubsidi orang-orang kota.
Kempat
: kemiskinan adalah menyediakan lapangan kerja,bagaimana mungkin orang miskin
memberikan lapangan kerja ? karena ada orang miskin lahirlah pekerjaan tukang
kredit ( barang atau uang ) aktivis-aktivis LSM ( yang menyalurkan dana dari
badan-badan internasional lewat para aktivis yang belum mendapatkan pekerjaan
kantor ) belakangan kita tahu bahwa tidak ada komunitas yang paling laku di
jual oleh negara ketiga di pasaran internasional selain kemiskinan.
Kelima
: kemiskinan adalah memperteguh status sosial orang-orang kaya, perhatikan jasa
orang miskin pada perilaku orang-orang kaya baru. Sopir yang menemaninya
memberikan label bos kepadanya.Nyonya-nyonya dapat menunjukan kekuasaannya
dengan memerintah inem-inem mengurus rumah tangganya.
E. Kaitan Ilmu Pengetahuan dan
Kemiskinan
Ilmu
pengetahuan dan teknologi merupakan bagian-bagian yang dapat dibeda-bedakan,
tetapi tidak dapat dipisah-pisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi dengan
sistem-sistem lain dalam kerangka nasional seperti kemiskinan.
Dalam
hal kemiskinan struktural, ternyata adalah buatan manusia terhadap manusia
lainnya yang timbul dari akibat dan dari struktur politik, ekonomi, teknologi
dan sosial buatan manusia pula. Perubahan teknologi yang cepat mengakibatkan
kemiskinan, karena mengakibatkan terjadinya perubahan sosial yang fundamental.
Sebab kemiskinan diantaranya disebabkan oleh struktur ekonomi, dalam hal ini
pola relasi antara manusia dengan sumber kemakmuran, hasil produksi dan
mekanisme pasar. Kesemuanya merupakan sub sistem atau sub struktur dari sistem
kemasyarakatan. Termasuk di dalamnya ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kami
gambarkan sebuah contoh, rata-rata orang yang hidup di bawah garis kemiskinan
belum dapat membaca maupun menulis. sedangkan salah satu cara memberantas
kemiskinan adalah dengan ilmu pengetahuan. Dengan dapat membaca dan menulis,
seorang pemulung sampah bisa berkesempatan mendapatkan pekerjaan yang lebih
layak dan menghasilkan banyak uang. Dengan ilmu pengetahuan, dapat merubah
seorang pengamen untuk berpikir dan memulai membuka suatu usaha/wiraswasta.
Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar