Kebudayaan
A.
Pengertian Kebudayaan
Kata kebudayaan berasal dari kata budh dalam bahasa Sansekerta yang berarti akal, kemudian menjadi kata budhi
(tunggal) atau budhaya (majemuk). Kebudayaan=cultuur (bahasa belanda)=culture (bahasa inggris)=tsaqafah (bahasa arab), berasal dari
perkataan latin : “colere” yang
artinya mengolah, mengerjakan, menyuburkan dan mengembangkan, terutama mengolah
tanah atau bertani. Dari segi arti ini berkembanglah arti culture sebagai
“segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam”.
1. Kebudayaan dalam arti luas, adalah keseluruhan sistem gagasan,
tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang
dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
2. Kebudayaan dalam arti sempit dapat disebut dengan istilah budaya
atau sering disebut kultur yang mengandung pengertian keseluruhan sistem
gagasan dan tindakan.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian
mengenai kebudayaan adalah sesuatu
yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan
yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari,
kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan
kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk
yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya
pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni,
dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam
melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
B.
Unsur-Unsur Kebudayaan
Koentjaraningrat (1985) menyebutkan ada tujuh unsur-unsur
kebudayaan. Ia menyebutnya sebagai isi pokok kebudayaan. Ketujuh unsur
kebudayaan universal tersebut adalah :
1.
Kesenian
2.
Sistem
teknologi dan peralatan
3.
Sistem
organisasi masyarakat
4.
Bahasa
5.
Sistem
mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi
6.
Sistem
pengetahuan
7.
Sistem
religi
C.
Wujud Kebudayaan
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi
tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
1.Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk
kumpulan ide-ide, gagasan,nilai-nilai,norma-norma, peraturan, dan sebagainya
yang sifatnya abstrak tidak dapat diraba atau disentuh.
2.Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan
berpola dari manusia dalam masyarakat itu.
3.Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang
berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam
masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan
didokumentasikan.
Kebudayaan Yang Berasal Dari Kebumen
“Lawet”
Tari
lawet merupakan tari yang berasal dari Kebumen, penciptanya ialah Sardjoko
yang lahir di Klaten tanggal 4 Agustus 1949. Tari lawet mulai diciptakan bulan
Februari 1989, dikarenakan bupati menghendaki adanya tarian masal khas Kebumen
pada pembukaan Jambore Daerah tingkat Jateng di Widoro, maka mulai diciptakan
Tari Lawet yang ditarikan kurang lebih 200 orang penari. Tari Lawet merupakan
refleksi budaya dari ciri khas Kebumen yang terkenal dengan sarang burung
lawetnya. Sebelum membuat, beliau melakukan survey ke Karang bolong untuk
mendapatkan inspirasi. Beliau melihat air samudra, orang yang sedang memanjat,
gerak lincah burung Lawet yang sedang terbang. Burung lawet termasuk burung
kebanggaan Kebumen yang dapat menghasilkan sarang burung lawet yang harganya
sangat mahal. Gerakan tari lawet lincah dan ceria, sesuai dengan burung lawet
tersebut. Makna tari lawet yaitu menggambarkan kehidupan burung yang berusaha
hidup untuk mencari makan sehari-hari. Gerakan
tari lawet antara lain: ngulet/angklingan,
didis, loncat egot, lenggut, ukel nyutuk, lincah nyucuk, kepetan.
Musik iringan tari lawet disebut “Lawet Aneba“ (Laras Pelog Patet Barang).
Berikut adalah syairnya :“bambang wetan pratandha wis gagat enjang. Sesamberana
rebut marga mbarubut saking gua Karang bolong peksi lawet ireng menges wulune
cukat trengginas katon gembira aneg luhuring samudra gung ngupa boga tumekaning
surya anda lidir pra lawet bali maring gua”. Syair tersebut menceritakan
tentang burung Lawet pada waktu bangun tidur lalu keluar gua untuk mencari
makan. Sardjoko berharap agar tari lawet bisa berkembang pesat di Kebumen dan
banyak disukai masyarakat, terutama anak putri. Sardjoko merancang kostum tari
lawetnya sendiri.
Kostum
tari Lawet yang lengkap yaitu:
(1) Jamang
dan Garuda Mungkur, bentuknya burung lawet,warnanya kuning emas.
(2)
Baju, berwarna hitam dibagian depan berseret putih.
(3) Celana
berwarna hitam.
(4) Sayap warnanya hitam bergambar bulu.
(5) Kalung Kace, warna dasarnya merah
dihiasi dengan warna kuning emas.
(6) Stagen/benting/sabuk berwarna
Merah.
(7)
Slepe, warna dasarnya merah dihiasai kuning emas.
(8)
Ancal, warna dasarnya merah dihiasi kuning emas.
(9)
Rampek, warnanya biru,menggambarkan pancaran air laut.
(10) Sonder, warnanya putih,garis
tepinya biru,bergambar lekukan bagaikan gelombang laut.
(11)
Ringgel/gelang kaki, berwarna kuning emas.
“Cepetan”
Tarian adat “Cepetan”, Kabupaten
Kebumen, Jawa Tengah merupakan salah satu kebudayaan yang harus dilestarikan
agar tidak punah. Tari ini merupakan tari yang melambangkan kejadian di masa
lalu. Tari ini biasanya juga diadakan untuk menyambut tamu-tamu pemerintahan
yang ke sana. Intinya tarian “selamat datang” untuk tamu-tamu yang berkunjung
ke kebumen. Tari ini juga biasanya dipentaskan pada acara suran yaitu acara
tahunan yang diselenggarakan untuk slametan desa dilaksnakan oleh pemerintah
daerah dan dibantu oleh dinas pariwisata dan dinas-dinas yang terkait,
tujuannya adalah untuk menyelamati sebuah desa dan juga untuk menarik wisatawan
berkunjung serta memperkenalkan dan melestarikan budaya daerah sehingga
masyarakat luar juga mengetahui budaya dari daerah lain. Hal tersebut akan
memperkaya budaya nasional bangsa kita.
Sumber
http://yanuirdianto.wordpress.com/2013/03/10/96/
http://anizaambarwati.wordpress.com/2012/11/19/tari-lawet/
http://anizaambarwati.wordpress.com/2012/11/19/tari-lawet/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar